Pahami Kami
Tiada kebaikan dalam membully
Bully tidak akan membuat anda hebat
Apakah kalian merasa superior Ketika membully?
Apakah kalian tidak memikirkan orang yang kalian bully?
Teman – teman
Pikirkanlah bila kalian yang dibully apakah kalian akan merasa senang, Bahagia, tertekan atau malah depresi
Kita pasti akan merasa tidak nyaman bukan?
Lalu…
Kenapa kita tidak berhenti membully.
Bukankah ada kesenangan lain, selain membully???
Ataukah ada yang ingin kalian buktikan?
Ingatlah teman teman
Bully tidak membuat kita hebat.
Justru bully adalah bukti kelemahan kita
Bukti kelemahan jiwa kita,
Bukti pelarian kita dari kekecewaan
Guru guruku
Maafkan kami , terlalu sering menambah beban pikiranmu
Maafkan kami ini yang selalu merepotkanmu
Tapi ketahuilah
Kami hanya butuh didengar
Janganlah abaikan kami
Bantulah kami, bantulah kami melewati masa remaja ini
Nakal kami terkadang berlebihan,
Terkadang membuat orang lain terluka
Tapi ketahuilah
Kami tidak menyadari itu
Maka nasihatilah kami
Jangan abaikan kami
Ayah bunda
Tubuh kami memang sudah besar
Tapi kami masihlah anak anak
Kami masih butuh kasih sayang kalian
Kami butuh kehadiran kalian
Ayah
Kami tahu ayah sibuk untuk menghidupi kami
Kami tahu ayah memiliki banyak tanggung jawab
Tapi yah. Jangan abaikan kami
Kami tidak meminta semua waktu sibukmu ayah
Kami hanya meminta sedikit waktumu ayah
Tidak mengapa walau hanya beberapa saat
Ayah, maafkan kami yang terkadang sulit bercakap denganmu
Bukan kami tidak ingin.
Kami sangat ingin
Tapi ego, menghalangi kami untuk bercakap denganmu
Maafkan kami ayah
Bunda
Terima kasih telah hadir dalam setiap cerita kami
Terima kasih telah mengkhawatirkan kami
Maafkan kami selalu membuatmu khawatir bunda
Maafkan kami karena selalu memaksamu mengikuti kehendak kami
Kami paham engkau selalu memilih yang terbaik untuk kami
tapi, berilah kami kepercayaan untuk memilih jalan kami sendiri
do’akan kami
Teman-teman, guru-guru, Ayah dan Bunda
Hati manusia, sukar terbaca isinya, tak semuanya sama
Ada yang mudah tersinggung, mudah rapuh hatinya
Kenyamanan kami terusik, namun tidak ada yang mendengar
Pikiran kami kusut, merasa sendirian dan terlupakan
kami ingin merasa aman
Itulah yang kami rindukan, cinta dalam tindakan.
Komentar
Posting Komentar